Bekasi – Dihantam Ombak Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang warga Desa Dondong, Kecamatan Dukun, Kabupaten Kebumen, yang ditemukan tewas di Pantai Menganti pada Kamis (11/12) sore. Korban, yang bernama Budi Santoso (38), dilaporkan tewas setelah dihantam ombak besar saat sedang memancing di sekitar pantai tersebut. Kejadian ini menjadi berita duka bagi keluarga dan warga sekitar, yang kini masih berduka atas kehilangan yang mendalam.
Budi Santoso, yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, diketahui sering menghabiskan waktu luangnya untuk memancing di pantai-pantai sekitar Kebumen. Kepergiannya ke Pantai Menganti pada hari itu, yang awalnya tampak seperti aktivitas biasa, berakhir dengan peristiwa yang sangat tragis.
Peristiwa Terjadi Saat Memancing
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB, ketika Budi Santoso tiba di Pantai Menganti untuk memancing. Pantai Menganti, yang terkenal dengan keindahan alamnya, memang sering menjadi lokasi favorit bagi para pemancing. Namun, cuaca pada hari itu cukup buruk dengan gelombang ombak yang cukup besar. Meskipun demikian, Budi tetap memilih untuk memancing di dekat tepi pantai, yang seringkali berisiko tinggi ketika ombak datang.
Saksi yang melihat kejadian tersebut, Agus Setiawan (41), seorang pemancing lain yang berada di sekitar lokasi, mengatakan bahwa Budi sempat berteriak meminta tolong ketika ombak besar datang menghantam dirinya. “Waktu itu ombak besar datang begitu cepat. Budi sempat berteriak, tapi ombaknya terlalu kuat. Dia terbawa arus dan tidak bisa menyelamatkan diri,” ujar Agus dengan suara tercekat.
Agus dan beberapa pemancing lainnya segera berlari untuk mencoba menolong, namun sayangnya, Budi sudah tidak terlihat lagi setelah terbawa oleh ombak besar. Mereka pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas setempat.
Upaya Pencarian oleh Tim SAR

Baca Juga : Konsumen Arkamaya Bekasi Mengadu ke DPR, Pengembang Pastikan Proyek
Setelah laporan diterima, Tim Search and Rescue (SAR) dari Kebumen, bersama dengan petugas dari Polsek Ayah dan masyarakat setempat, segera melakukan pencarian. Cuaca yang buruk dan kondisi ombak yang masih tinggi membuat proses pencarian cukup sulit. Tim SAR melakukan pencarian selama beberapa jam di sekitar Pantai Menganti dan pesisir pantai sekitarnya.
Proses pencarian memakan waktu lebih dari 5 jam. Akhirnya, pada pukul 20.30 WIB, jenazah Budi Santoso ditemukan oleh tim SAR, sekitar 1 kilometer dari lokasi semula. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi terlentang di pesisir pantai dengan luka-luka di bagian tubuhnya akibat benturan keras dengan batu karang dan arus ombak yang kuat.
Kondisi Korban
Setelah ditemukan, jenazah Budi langsung dievakuasi ke Puskesmas Ayah untuk diperiksa lebih lanjut. Menurut pihak medis, Budi mengalami luka di beberapa bagian tubuh, terutama di bagian kepala dan dada, yang diduga akibat benturan dengan batu karang dan kekuatan ombak yang menghantamnya. Polisi menyatakan bahwa penyebab kematian Budi adalah kecelakaan tenggelam akibat dihantam ombak, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya yang mengindikasikan adanya unsur pidana.
“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kami menduga bahwa korban tidak bisa menyelamatkan diri akibat terkendalanya gerakannya oleh gelombang besar yang datang tiba-tiba,” kata Kapolsek Ayah, AKP Rudi Hartono.
Keluarga dan Warga Berduka
Kepergian Budi Santoso yang mendadak menimbulkan rasa duka yang mendalam, baik bagi keluarga maupun warga Desa Dondong. Budi dikenal sebagai pribadi yang ramah dan suka berbagi dengan tetangga. Ia adalah seorang petani yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, serta seorang ayah yang penyayang terhadap istri dan anak-anaknya.
“Budi orangnya baik dan selalu siap membantu orang lain. Kepergiannya sangat mengejutkan kami. Kami tidak menyangka dia akan pergi begitu cepat. Kami sangat kehilangan,” ungkap Rini, tetangga dekat keluarga Budi, dengan mata berkaca-kaca.
Istri korban, Sri Hartini, juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. “Suami saya pergi begitu cepat. Kami masih banyak rencana bersama. Saya sangat terpukul dan tidak menyangka ini bisa terjadi,” ujarnya, sembari menahan tangis di rumah duka.
Budi meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Rencana keluarga untuk menjalani hidup lebih baik seolah runtuh seketika dengan kejadian ini.
Pesan Tentang Keamanan di Pantai
Kejadian tragis yang menimpa Budi Santoso menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama bagi para pengunjung yang gemar berwisata atau memancing di pantai, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan. Petugas SAR dan polisi setempat menghimbau agar para pengunjung selalu waspada dengan kondisi cuaca dan ombak, terutama saat beraktivitas di dekat tepi pantai.
“Pantai Menganti memiliki arus dan ombak yang cukup kuat, apalagi saat cuaca buruk. Kami meminta agar pengunjung lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri untuk berada di dekat pantai saat kondisi ombak tinggi,” kata Kepala SAR Kebumen, Dedi Supriyanto.
Dedi juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan saat berada di pantai, termasuk penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan papan selancar bagi yang ingin berenang atau memancing.
Kesimpulan: Kejadian yang Membangkitkan Kepedulian
Keluarga dan warga Desa Dondong yang tengah berduka berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua.






