Enam Murid SDN Kota Baru 3 Bekasi Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG
Bekasi, Jawa Barat – Enam murid SDN Kota Baru 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, dilarikan ke RS Ananda Bekasi setelah mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan sekolah, Kamis (2/9/2025) pagi.
Kronologi Kejadian
Menurut Samsudin, Penanggungjawab MBG sesi pagi di SDN Kota Baru 3, kejadian bermula saat para murid menyantap menu MBG yang terdiri dari makaroni pasta, jagung, nasi, dan semangka, sekitar pukul 09.00 WIB. Beberapa saat kemudian, enam murid mulai menunjukkan gejala muntah-muntah.
baca juga : Israel Bakal Dicoret FIFA dari Piala Dunia 2026 usai Ancaman Boikot
“Setelah beberapa anak muntah, kami segera berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas distribusi makanan,” ujar Samsudin, Kamis sore.
Langkah Sekolah dan Koordinasi dengan SPPG
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah memutuskan membawa murid-murid tersebut ke rumah sakit. “Ada anak yang memang muntah setelah makan. Setelah komunikasi dengan SPPG, akhirnya mereka dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Samsudin, yang juga menjabat sebagai wali kelas 6.
Samsudin menambahkan, hingga kini pihak sekolah belum memastikan penyebab pasti muntah-muntah yang dialami murid. Ia menunggu hasil diagnosa dari dokter untuk memastikan apakah makanan MBG menjadi faktor pemicunya atau karena kondisi kesehatan masing-masing anak.
Tindakan Rumah Sakit dan Monitoring Kesehatan Murid
Di RS Ananda Bekasi, enam murid mendapat pemeriksaan medis secara menyeluruh. Tenaga medis melakukan observasi untuk memastikan kondisi murid stabil dan tidak ada gejala lain yang membahayakan.
Pihak sekolah juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi MBG. Semua menu akan dicek kualitas dan kebersihannya sebelum diberikan kepada murid, agar kejadian serupa tidak terulang.
baca jiuga : Armani Berpadu dengan Mahakarya Renaisans di Milan
Komitmen Sekolah terhadap Program MBG
Meskipun insiden ini terjadi, Samsudin menegaskan bahwa program MBG tetap dijalankan, karena menjadi salah satu upaya pemerintah kota untuk memastikan murid mendapatkan asupan gizi seimbang. Namun, pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan SPPG.
“Keselamatan murid tetap prioritas utama. Semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan akan memastikan kebersihan dan kualitas tetap terjaga sesuai standar,” tegas Samsudin.






