Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Terperosok Jembatan Bekas Rel Bocah Hilang di Sungai Kalijajar Demak

Shoppe Mall

Bekasi – Terperosok Jembatan Bekas Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Kalijajar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada hari Senin (24/11/2025).

Seorang bocah berusia 8 tahun, yang diketahui bernama Fajar, dilaporkan hilang setelah terperosok ke dalam Sungai Kalijajar. Insiden ini terjadi ketika korban bersama teman-temannya sedang bermain di sekitar jembatan bekas rel kereta api yang sudah tidak terpakai.

Shoppe Mall

Kejadian tersebut bermula ketika Fajar dan beberapa temannya bermain di sepanjang jembatan bekas rel yang menghubungkan dua sisi sungai.

Jembatan yang sudah lama tidak digunakan untuk lalu lintas kereta api itu kini hanya dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai jalur pejalan kaki.

Menurut saksi mata, ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba bagian jembatan yang sudah rapuh dan tergerus air terputus dan membuat Fajar terperosok ke dalam sungai yang cukup dalam.

Terperosok Jembatan Bekas
Terperosok Jembatan Bekas

Baca  Juga :  Pemkab Bekasi Gelontorkan Rp 150 Juta untuk Penataan Gedung KNPI

Beberapa teman Fajar berusaha menolong, namun mereka tidak dapat berbuat banyak karena arus sungai yang cukup deras. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, yang kemudian langsung melaporkan ke pihak berwajib.

Terperosok Jembatan Bekas Proses Pencarian yang Mencemaskan

Setelah mendapat laporan, Tim SAR dan petugas dari Polsek Karangawen segera turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Tim SAR mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat pencarian, termasuk mendatangkan penyelam profesional dan menggunakan peralatan canggih untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah air.

Warga Terkejut dengan Keadaan Jembatan yang Rapuh

Kejadian ini mengungkapkan masalah yang cukup serius mengenai kondisi infrastruktur di sekitar Sungai Kalijajar.

Banyak bagian jembatan yang sudah mulai rapuh dan tergerus air, serta beberapa bagian penyangga yang sudah rusak.

“Selama ini kami tahu bahwa jembatan ini memang sudah rusak, namun banyak anak-anak yang tetap bermain di sana. Tidak ada tanda-tanda peringatan atau larangan untuk tidak bermain di jembatan itu.

Sebagian besar warga sekitar mengaku sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan jembatan kepada pemerintah desa, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut yang signifikan.

Pernyataan dari Pemerintah Daerah

Setelah mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, pemerintah Kabupaten Demak, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), berjanji untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki kondisi jembatan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Demak, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap kondisi jembatan dan berencana untuk memperbaiki atau mengganti jembatan yang sudah tidak layak tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Keamanan dan keselamatan warga adalah prioritas kami. Kami akan segera melakukan evaluasi dan perbaikan pada jembatan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana untuk memasang tanda peringatan dan pembatas di sekitar area yang rawan, agar anak-anak dan warga lainnya tidak lagi bermain di sekitar jembatan yang berbahaya.

Harapan dari Keluarga Korban

Kami tidak tahu harus berbuat apa lagi selain menunggu dan berdoa.”

Wulandari juga mengungkapkan bahwa mereka merasa sangat terkejut dengan kejadian ini, karena Fajar adalah anak yang sangat ceria dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bahaya saat bermain. Dia berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian serius bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap keselamatan anak-anak, khususnya di sekitar infrastruktur yang tidak terawat dengan baik.

Peringatan untuk Orang Tua dan Masyarakat

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi orang tua dan masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki infrastruktur yang sudah tua dan rawan.

Banyak anak-anak yang sering kali bermain tanpa memperhatikan faktor keselamatan, dan hal ini bisa berbahaya jika tidak ada pengawasan dari orang tua maupun pihak berwenang. Selain itu, kondisi infrastruktur yang tidak terawat juga meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga perlu adanya perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat.

“Keamanan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak dan menghindarkan mereka dari tempat-tempat yang tidak aman,” kata AKP Agus Wibowo.

Pencarian Lanjutan dan Doa Bersama

Warga setempat, bersama tim SAR, terus bekerja keras untuk menemukan korban, dengan harapan bisa membawa kabar baik bagi keluarga yang sedang menunggu dengan penuh kecemasan.

Kejadian ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan, terutama bagi anak-anak, harus selalu menjadi prioritas.

Shoppe Mall